Minggu, 03 Mei 2020

Refleksi Hidupku: ManusiaSejatiMenurutReza A. A Wattimena manusia ad...

Refleksi Hidupku: ManusiaSejatiMenurutReza A. A Wattimena manusia ad...: Manusia Sejati Menurut Reza A. A Wattimena manusia adalah makhluk dominan di bumi ini, karena setiap karya-karyanya telah mengubah keada...

Manusia Sejati
Menurut Reza A. A Wattimena manusia adalah makhluk dominan di bumi ini, karena setiap karya-karyanya telah mengubah keadaan dan sistem didunia. Karena manusia mampu bekerja sama dengan berpijak kepada prinsip-prinsip yang rasional sehingga mereka berkembang dan melampaui batas-batas fisik mereka sendiri. Dan, saking berkembangnya, kehidupan sosial pun menjadi kompleks, seperti keberadaan Internet dan media sosial yang mengubah makna hubungan antar manusia. Semuanya menjadi serba Instan, baik dari makanan, barang-barang, dan bahkan antar-jemput online. Keberadaan internet juga mempermudah setiap manusia mengakses setiap informasi, seperti mencari suatu peristiwa yang berada jauh dari posisi dia berada. Ini, memperlihatkan bahwa segalanya serba mudah karena kemampuan manusia yang mereka ciptakan.
Manusia dipahami sebagai makhluk yang berakal budi. Karena dari akal budinya manusia mampu bekerja sama untuk mewujudkan sesuatu yang menjadi visinya. Dimana manusia juga merupakan makhluk yang memiliki pikiran, perasaan, dan kehendak. Dari pikiran manusia inilah awal mulanya mereka memikirkan dan menciptakan sesuatu sehingga mengubah keadaan dan sistem dunia.
Dari pikiran dan tindakan yang manusia gunakan menjadikan mereka sebagai makhluk yang dominan di bumi. Artinya, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling kuat. Dimana manusia bisa menaklukan dan mendapatkan semua yang diinginkan. Inilah yang menjadi pemahaman setiap manusia di muka bumi, sehingga muncullah manusia-manusia yang sombong. Dimana setiap manusia (tidak semua) merasa bahwa ia tidak membutuhkan bantuan dari siapapun (kepada sesama manusia). Karena dia merasa dia kuat, dia mampu, bisa mendapatkan apa yang diinginkan, dan merasa bahwa ia adalah manusia yang sejati.
Pertanyaannya, apakah bisa dikatakan manusia sejati? Kalau merasa  dirinya kuat, tidak membutuhkan bantuan dari siapapun bahkan tidak membutuhkan bantuan Tuhan. Apakah itu merupakan manusia sejati? Seharusnya sih tidak. Sebagai orang Kristen yang bersumber pada Kristus Yesus pastinya mengetahui bahwa manusia yang sok kuat, merasa tidak membutuhkan bantuan dari orang lain, apalagi tidak membutuhkan bantuan Tuhan, bisa dikatakan bahwa ia bukan manusia sejati. Kenapa bisa seperti demikian? Karena Yesus sebagai manusia yang sejati menunjukan kesejatian itu sendiri. Di saat Yesus berada di taman getsmani Dia memperlihatkan sifat dari manusia yang sejati. Dimana Dia menunjukan kelemahan-Nya, Dia merasa ketakutan karena dilihat dari kata-kata doa-Nya kepada Allah, dan Ia perlu bantuan. Yesus Kristus sebagai manusia sejati memperlihatkan bahwa Dia lemah, Ketakutan, dan Ia memerlukan bantuan. Nah, apa yang berada dipikiran kita sekarang, apakah manusia yang sok kuat dan tidak memerlukan bantuan orang lain merupakan manusia sejati? Atau manusia yang menyadari kalau dia lemah dan memerlukan bantuan orang lain merupakan benar-benar manusia sejati? Sebagai orang Kristen atau sebagai pengikut Kristus pasti akan menjawab bahwa manusia yang sejati adalah dia yang menyadari kalau dirinya itu adalah manusia yang penuh kelemahan dan memerlukan bantuan dari orang lain.
Yang menjadi perenungan bagi semua orang sekarang, terkhusus orang beragama. jika kita merasa kuat dan merasa tidak memerlukan bantuan dari siapapun, berarti saudara bukan manusia sejati. Jadi, sadarilah kalau kita ini bukan manusia yang mampu melakukan segalanya, yang membutuhkan bantuan dari orang lain, dan membutuhkan bantuan Tuhan. Karena kita ini adalah seorang manusia, berarti jadilah selayaknya manusia sejati. God Bless You