Manusia
Sejati
Menurut
Reza A. A Wattimena manusia adalah makhluk dominan di bumi ini, karena setiap
karya-karyanya telah mengubah keadaan dan sistem didunia. Karena manusia mampu
bekerja sama dengan berpijak kepada prinsip-prinsip yang rasional sehingga
mereka berkembang dan melampaui batas-batas fisik mereka sendiri. Dan, saking
berkembangnya, kehidupan sosial pun menjadi kompleks, seperti keberadaan
Internet dan media sosial yang mengubah makna hubungan antar manusia. Semuanya
menjadi serba Instan, baik dari makanan, barang-barang, dan bahkan antar-jemput
online. Keberadaan internet juga mempermudah setiap manusia mengakses setiap
informasi, seperti mencari suatu peristiwa yang berada jauh dari posisi dia berada.
Ini, memperlihatkan bahwa segalanya serba mudah karena kemampuan manusia yang
mereka ciptakan.
Manusia
dipahami sebagai makhluk yang berakal budi. Karena dari akal budinya manusia
mampu bekerja sama untuk mewujudkan sesuatu yang menjadi visinya. Dimana
manusia juga merupakan makhluk yang memiliki pikiran, perasaan, dan kehendak.
Dari pikiran manusia inilah awal mulanya mereka memikirkan dan menciptakan
sesuatu sehingga mengubah keadaan dan sistem dunia.
Dari
pikiran dan tindakan yang manusia gunakan menjadikan mereka sebagai makhluk
yang dominan di bumi. Artinya, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling
kuat. Dimana manusia bisa menaklukan dan mendapatkan semua yang diinginkan.
Inilah yang menjadi pemahaman setiap manusia di muka bumi, sehingga muncullah
manusia-manusia yang sombong. Dimana setiap manusia (tidak semua) merasa bahwa
ia tidak membutuhkan bantuan dari siapapun (kepada sesama manusia). Karena dia
merasa dia kuat, dia mampu, bisa mendapatkan apa yang diinginkan, dan merasa
bahwa ia adalah manusia yang sejati.
Pertanyaannya,
apakah bisa dikatakan manusia sejati? Kalau merasa dirinya kuat, tidak membutuhkan bantuan dari
siapapun bahkan tidak membutuhkan bantuan Tuhan. Apakah itu merupakan manusia
sejati? Seharusnya sih tidak. Sebagai orang Kristen yang bersumber pada Kristus
Yesus pastinya mengetahui bahwa manusia yang sok kuat, merasa tidak membutuhkan
bantuan dari orang lain, apalagi tidak membutuhkan bantuan Tuhan, bisa
dikatakan bahwa ia bukan manusia sejati. Kenapa bisa seperti demikian? Karena
Yesus sebagai manusia yang sejati menunjukan kesejatian itu sendiri. Di saat
Yesus berada di taman getsmani Dia memperlihatkan sifat dari manusia yang sejati.
Dimana Dia menunjukan kelemahan-Nya, Dia merasa ketakutan karena dilihat dari
kata-kata doa-Nya kepada Allah, dan Ia perlu bantuan. Yesus Kristus sebagai
manusia sejati memperlihatkan bahwa Dia lemah, Ketakutan, dan Ia memerlukan
bantuan. Nah, apa yang berada dipikiran kita sekarang, apakah manusia yang sok
kuat dan tidak memerlukan bantuan orang lain merupakan manusia sejati? Atau
manusia yang menyadari kalau dia lemah dan memerlukan bantuan orang lain merupakan
benar-benar manusia sejati? Sebagai orang Kristen atau sebagai pengikut Kristus
pasti akan menjawab bahwa manusia yang sejati adalah dia yang menyadari kalau
dirinya itu adalah manusia yang penuh kelemahan dan memerlukan bantuan dari
orang lain.
Yang
menjadi perenungan bagi semua orang sekarang, terkhusus orang beragama. jika kita
merasa kuat dan merasa tidak memerlukan bantuan dari siapapun, berarti saudara bukan
manusia sejati. Jadi, sadarilah kalau kita ini bukan manusia yang mampu
melakukan segalanya, yang membutuhkan bantuan dari orang lain, dan membutuhkan
bantuan Tuhan. Karena kita ini adalah seorang manusia, berarti jadilah
selayaknya manusia sejati. God Bless You
Tidak ada komentar:
Posting Komentar